Wisata Bersejarah Peninggalan Erupsi Gunung Merapi

Sahabat Parwis, masih ingat kejadian Erupsi Gunung Merapi pada tanggal 26 Oktober 2010 silam yang menerjang kawasan Desa Kinah Rejo, desa yang ditinggali oleh sang juru kunci Gunung Merapi Mbah Maridjan. Lamban laun kawasan Desa Kinah Rejo kembali dibersihkan dari sisa sisa erupsi merapi dan akhirnya sekarang menjadi destinasi wisata yang amat ramai dikunjungi wisatawan.

Wisata Bersejarah Peninggalan Erupsi Gunung Merapi | Parwissata

Setelah musibah bencana alam erupsi gunung merapi yang meluluh lantahkan Desa Kinah Rejo, Cangkringan, Sleman, Yogyakarta. Warga yang bertempat tinggal di kaki gunung merapi, sekarang kembali menata kehidupan mereka. Tidak berlarut lama dalam kesedihan, warga Kinah Rejo hanya dalam kurun waktu satu tahun dapat memulihkan kembali roda perekonomian, mulai dari sektor pertanian, peternakan dan pariwisata.

Tidak ketinggalan juga tempat tinggal bekas peninggalan Mbah Maridjan sekaligus segala macam perabotan rumah tangga yang hangus terkena erupsi gunung merapi, sekarang menjadi Museum kecil di atas rumah yang hanya menyisakan lantainya saja. Motor dan Mobil yang dahulu digunakan untuk evakuasi tetapi telah terkena erupsi, juga dipajang untuk memperlihatkan betapa besarnya erupsi gunung merapi pada waktu itu. Dibagian lain terpampang beberapa tulisan kronologis sebelum dan sesudah terjadinya erupsi gunung merapi.

Wisata Bersejarah Peninggalan Erupsi Gunung Merapi | Parwissata
Wisata Bersejarah Peninggalan Erupsi Gunung Merapi | Parwissata

Untuk menikmati wisata Desa Kinah Rejo ini tak perlu merogoh kocek banyak, hanya dengan Rp. 5000,- Sahabat Parwis sudah bisa menikmati dan melihat berbagai sejarah tentang erupsi tahun 2010 silam. Dari tempat parkir menuju rumah Mbah Maridjan hanya berjarak kurang lebih 1 KM. Tak perlu khawatir karena warga di sana juga menyewakan ojek motor yang siap mengantarkan Sahabat Parwis ke rumah peninggalan Mbah Maridjan, dengan Rp. 30.000,- saja untuk pulang pergi. Dapat juga dengan berjalan kaki sembari menikmati sejuknya pegunungan dan indahnya pemandangan disana.

Selain rumah Mbah Maridjan sebagai tujuan utama, kita juga dapat menikmati indahnya pegunungan dan bebatuan yang berada di Kali Opak tepat disamping rumah Mbah Maridjan. Tak hanya itu, kita bisa menyewa motor trill untuk menantang adrenalin menyusuri Kali Opak tersebut.

Bagaimana Sahabat Parwis? Tertarik untuk berkunjung ke Kota Yogayakarta pada liburan yang akan datang? Semoga ulasan diatas bisa menambah wawasan kita semua tentang wisata sejarah yang ada di Indonesia ya. Selamat berwisata, sekian dan terimakasih.
Previous
Next Post »

Berlangganan Artikel Terbaru via Email